Latest News

Showing posts with label Muhammad Hatta. Show all posts
Showing posts with label Muhammad Hatta. Show all posts

Wednesday, October 16, 2019

Karikatur Belanda atas Bung Hatta, 1948

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / Museon)

Waktu: 1948
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Sebuah karikatur Belanda dari tahun 1948, yang menggambarkan bagaimana Bung Hatta harus memeras kepala untuk menentukan gerakan apa yang harus menyertai seruan "Merdeka!": Apakah cara Nazi dengan mengangkat telapak tangan, cara komunis dengan mengepalkan tinju, atau cara lain.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / Museon
Catatan: Menariknya, sampai sekarang masyarakat Indonesia ketika berteriak "Merdeka!" akan mengepalkan tinju �

Wednesday, July 10, 2019

Muhammad Hatta mendengarkan radio di Belanda, 1949

(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)
Waktu: 1949
Tempat: Belanda
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI)
Peristiwa: Kemungkinan besar foto ini diambil saat Bung Hatta berkunjung ke Belanda dalam rangka Konferensi Meja Bundar.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Thursday, June 20, 2019

Sidang KNIP di Jakarta, 16 Oktober 1945

Sutan Sjahrir berbicara dengan latar belakang Soekarno dan Hatta
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)
Mr. Assaat (Datuk Mudo) berpidato
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)
Pertemuan Soekarno dengan para anggota KNIP
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)

Waktu: 16 Oktober 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (Ketua Badan Pekerja KNIP), Assaat (gelar Datuk Mudo, kelak menjadi Ketua BP-KNIP)
Peristiwa: Sidang pleno KNIP yang merupakan cikal bakal dari Dewan Perwakilan Rakyat.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Monday, June 17, 2019

Sidang Majelis Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), 1948

Muhammad Hatta dan Sultan Hamid II memimpin sidang
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)
Hatta dan Sultan Hamid II
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)
Suasana sidang
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)
Suasana sidan dari sudut pandang yang lain
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)
Hatta dan Sultan Hamid II berdiri mengamati diskusi antara Mohammad Roem dan Ida Anak Agung Gde Agung
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)

Waktu: kemungkinan besar Juli 1948
Tempat: Jakarta (di gedung bekas Volksraad, Chuo Sangi In, sekarang Gedung Pancasila di Pejambon)
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Hamid II (Sultan Pontianak), Mohammad Roem (Menteri Dalam Negeri RI), Anak Agung Gde Agung (bangsawan Bali, bakal Menteri Dalam Negeri NIT, kelak Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa: Sidang Majelis Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federale Overleg atau BFO), sebuah lembaga yang dikonsepkan sebagai majelis perwakilan dari negara-negara federal yang akan membentuk Republik Indonesia Serikat.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Saturday, June 15, 2019

Muhammad Hatta dan Sutan Sjahrir setelah perundingan diplomatik, 1948

Sutan Sjahrir turun dari pesawat militer Amerika yang membawanya kembali ke Jakarta. Di belakangnya tampak Mohammad Roem.
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)
Muhammad Hatta disambut kembali di Jakarta, a.l. oleh Johannes Latuharhary (kedua dari kanan). Di latar belakang tampak pesawat militer berbendera Amerika yang membawa Hatta kembali ke Jakarta.
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)
Hatta dan Sjahrir disambut di aula bandara
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)
Frank Graham (kiri) bersama Sjahrir dan Hatta setelah kedatangan keduanya kembali di Jakarta
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)

Waktu:  16 Januari 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (diplomat Indonesia di PBB), Mohammad Roem, (Menteri Dalam Negeri), Johannes Latuharhary (pejuang perintis kemerdekaan Indonesia), Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-Jasa Baik PBB)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto terakhir pernah dimuat di posting ini dengan ukuran lebih kecil.

Beberapa foto dari album seorang tentara Belanda, 1948/1949

Ini adalah 4 halaman dari album foto dari seorang tentara Belanda yang tampaknya aktif di Indonesia di masa sekitar Aksi Polisionil 2.

Halaman ini menunjukkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir setelah ditangkap Belanda, dengan judul "Gevangen!" (tertangkap); Soekarno dan Hatta di Maguwo, menunggu diasingkan ke Bangka; serta Gedung Kegubernuran di Jogjakarta yang diberi judul "Paleis van Soekarno" (Istana  Soekarno) setelah diduduki Belanda.
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Halaman ini diberi judul "Op weg naar Bangka" (menuju Bangka) yang memperlihatkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir digiring pasukan Belanda ke Maguwo untuk diterbangkan ke pengasingan di Bangka.
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Halaman ini menunjukkan barisan tentara NICA yang oleh pemilik album disebut "anjing" (mungkin ironis); seorang prajurit KNIL mengasah kelewang; dan parade panser Belanda.
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Halaman ini berisi foto ranjau yang kemungkinan dipasang TNI; kesatuan "Peloppors" sedang makan, yang tampaknya adalah milisi bentukan Belanda yang memerangi bangsanya sendiri; beberapa prajurit Belanda menyeberang sungai; dan foto Ungaran, kemungkinan tempat si tentara pernah bertugas.
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)

Waktu: 1948/1949
Tempat: Jogjakarta, Ungaran
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (pejuang kemerdekaan di jalur perundingan dan diplomasi)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Thursday, June 13, 2019

Muhammad Hatta, Sutan Sjahrir, K'tut Tantri, dan Abdulkadir Widjojoatmodjo di pertemuan Kaliurang, 1948

Muhammad Hatta dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)
Sutan Sjahrir dan K'tut Tantri
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)

Waktu: Februari 1948
Tempat: Kaliurang (Yogyakarta)
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (diplomat Indonesia), Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL, pemimpin delegasi Belanda di pertemuan Kaliurang), K'tut Tantri (Muriel Stuart Walker; wanita Skotlandia-Amerika yang bersimpati pada perjuangan kemerdekaan Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto Sutan Sjahrir dan K'tut Tantri tidak begitu pasti apakah berasal dari pertemuan Kaliurang.

Sunday, June 9, 2019

Soekarno-Hatta di Surabaya untuk mengatur gencatan senjata antara pemuda Indonesia dan tentara Inggris, 1945

(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)
Waktu: 29 Oktober 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI); keduanya di kedua foto di atas, memakai setelan putih-putih dan berpeci, berdiri di pelataran.
Peristiwa: Konflik antara pasukan Inggris dan pemuda Surabaya memanas. Di akhir bulan Oktober 1945 Soekarno dan Hatta diberangkatan dari Jakarta ke Surabaya untuk mendinginkan suasana dan mengatur gencatan senjata. Sejarah mencatat bahwa 12 hari kemudian terjadi pertempuran hebat yang kita kenang sebagai Hari Pahlawan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Thursday, May 30, 2019

Soekarno-Hatta dielu-elukan warga Bandung, 1945

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Bandung
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI)
Peristiwa: Setelah proklamasi kemerdekaan, Soekarno dan Hatta menyempatkan melawat ke Bandung dan disambut meriah oleh warga Bandung. Tak lama kemudian, pasukan Inggris merengsek menuju Bandung, dan setelah berbagai pertempuran, pada tanggal 11 Oktober 1945 menduduki kota ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Thursday, May 16, 2019

Soekarno dalam karikatur Belanda tahun 1940-an (1)

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: 1945
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Karikatur ini mengacu pada lukisan Rembrandt The Anatomy Lesson of Dr. Nicolaes Tulp, dan memperlihatkan bagaimana beberapa tokoh ada dalam proses pengguntingan wilayah Indonesia dari kekuasaan Belanda. Tokoh Indonesia yang disebut adalah Soekarno, Muhammad Hatta, Amir Syarifuddin, dan Oto Iskandar di Nata. Menariknya, karikatur ini juga menggambarkan van Mook dan Willem Schermerhorn (di samping Logeman dan Y.D. Plas) sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab atas lepasnya Indonesia dari wilayah Belanda. Mudah ditebak bahwa karikatur ini berasal dari kelompok yang menginginkan Indonesia, juga Suriname, tetap berada di bawah kekuasaan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:  Teks di gambar tsb. bermakna "Jangan berunding .. [tapi] bertindak! Pelajaran Anatomi, tahun 1945. Warga Belanda, hentikan pemotongan!! Kerajaan tidak boleh binasa karena politiknya sendiri."

Tuesday, May 14, 2019

Soekarno, dan Muhammad Hatta, di tahun 1944

7 September 1944: Soekarno dan para pembesar militer Jepang mengibarkan bendera Merah Putih dan Matahari Terbit, kemungkinan di gedung yang sekarang menjadi Istana Merdeka
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Seoakrno, tanpa tutup kepala, di sebuah perbincangan
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1944: Soekarno dan Hatta di sebuah video propoganda Jepang
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: September 1944
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soekarno dan Muhammad Hatta (pejuang kemerdekaan Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto kedua sejatinya tanpa tahun, tapi kemungkinan besar berasal dari tahun 1943-1945.

Monday, May 6, 2019

Berita koran Soeara Asia tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia, 1945

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 20 Agustus 1945
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Harian terbitan Surabaya, Soeara Asia, memberitakan proklamasi kemerdekaan Indonesia, serta pengangkatan Soekarno dan Muhammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Koran ini juga mengabarkan pengesahaan UUD 1945, pembagian wilayah Indonesia dalam 8 daerah, serta teks lagu Indonesia Raya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Thursday, May 2, 2019

Empat Serangkai pemimpin organisasi Pusat Tenaga Rakyat, 1943

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1943
Tempat: Jakarta
Tokoh: Pimpinan organisasi Poetera (Poesat Tenaga Rakjat) yang disebut "Empat Serangkai" (d.ki.k.ka. Soekarno, Muhammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, KH Mas Mansur)
Peristiwa: "Empat Serangkai" menyambut kedatangan Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo ke Jakarta.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Poetera dibentuk pemerintah Jepang untuk merangkul masyarakat Indonesia, terutama kalangan terdidik atau terpelejar, untuk mendukung Jepang dalam Perang Dunia II.

Saturday, April 20, 2019

Soekarno-Hatta dan para menteri Republik Indonesia ketika diasingkan oleh Belanda di Bangka, 1949

(klik untuk memperbesar | � KITLV)

Waktu: Februari 1949
Tempat: Bangka
Tokoh (d.ki.k.ka.):
  1. Abdul Gaffar Pringgodigdo (Sekretaris Negara)
  2. Muhammad Natsir (Menteri Penerangan)
  3. Mohammad Roem (mantan Menteri Dalam Negeri)
  4. Herling Laoh (Menteri Pekerjaan Umum)
  5. Abdul Halim (salah seorang pembentuk PDRI)
  6. Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  7. Darma Setiawan (mantan Menteri Kesehatan)
  8. Soekarno (Presiden)
  9. ?
  10. Muhammad Hatta (Wakil Presiden; Perdana Menteri)
  11. Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  12. Djuanda Kartawidjaja (Menteri Perhubungan)
  13. Subari (?)
  14. Kusnan (Menteri Perburuhan dan Sosial)
  15. Assaat gelar Datuk Mudo (Ketua BP-KNIP)
  16. Ali Sastroamidjojo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  17. [Sumarto (seorang komisaris polisi Belanda)]
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Tags