Latest News

Showing posts with label bumi hangus. Show all posts
Showing posts with label bumi hangus. Show all posts

Sunday, October 6, 2019

Kerusakan di stasiun Radio Republik Indonesia di Makassar semasa perang kemerdekaan

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa perang kemerdekaan
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa: Ketiga foto di atas menunjukkan kerusakan atas bangunan stasiun RRI di Makassar yang tampaknya terbakar atau dibakar terutama di lantai dua hingga ke atap.
Tidak ada keterangan lebih terperinci dari arsip Belanda mengenai hal ini. Salah satu kemungkinannya adalah sbb.: Awalnya bangunan ini adalah stasiun radio propaganda Jepang. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, para pemuda Indonesia merebut stasiun ini dan menjadikannya RRI Makassar. Ketika militer Belanda datang kembali ke Makassar, mereka berusaha menguasai sarana penting ini. Para pemuda Indonesia yang kalah senjata, mencoba membumihanguskan gedung ini agar tidak bisa digunakan Belanda.
Jika pembaca blog memiliki keterangan yang lebih valid, mohon untuk disampaikan di bagian komentar di bawah ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Wednesday, July 10, 2019

Biara Ordo Fransiskan di Cicurug, Sukabumi yang terlantarkan di masa perang kemerdekaan, 1947 (2)

Altar yang menunjukkan usaha perusakan dan pembakaran
(klik untuk memperbesar | � gahetna)
Dinding gereja dengan sisa-sisa perusakan
(klik untuk memperbesar | � gahetna)
Barang-barange gereja yang dirusak
(klik untuk memperbesar | � gahetna)
Waktu: 30 Juli 1947
Tempat: Cicurug (Sukabumi)
Tokoh:
Peristiwa: Ketika Belanda mulai melancarkan Aksi Polisionil 1 di bulan Juli 1947 dan merebut wilayah-wilayah Republika Indonesia, TNI melancarkan aksi bumi hangus ke objek-objek vital dan juga ke bangunan yang dianggap sebagai simbol Belanda, a.l. biara Ordo Fransiskan ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Tags