Latest News

Showing posts with label Soekarno. Show all posts
Showing posts with label Soekarno. Show all posts

Saturday, October 12, 2019

Soekarno berorasi (8), di masa perang kemerdekaan

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober 1945?
Tempat: Surabaya?
Tokoh:
Peristiwa: Foto diambil dari arsip Belanda yang catatannya cenderung menjelekkan Soekarno, dengan menyebut bahwa dia mengejar kekuasaan (dengan menentang Belanda) padahal ilmu pengetahuannya berasal dari bangsa Belanda. Tidak ada catatan tentang kapan, di mana, dan dalam peristiwa apa foto ini dibuat. Apabila melihat setelan pakaian yang dikenakan ada kemungkinan ini adalah ketika Soekarno (dan Hatta) diterbangkan dari Jakarta ke Surabaya di bulan Oktober 1945, agar mereka berbicara dengan para pemuda Surabaya demi mendinginkan suasana yang saat itu memanas setelah beberapa bentrokan dengan pihak Inggris/Belanda (bandingkan posting ini). Apabila Anda memiliki informasi lain silakan bagikan di sini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Ada banyak foto Soekarno berkaca mata gelap, umumnya dari masa 1960-an. Gambar di atas adalah satu dari sedikit foto yang memperlihatkan Soekarno berkaca mata gelap di tahun 1940-an.

Wednesday, June 26, 2019

Soekarno di rapat raksasa lapangan Ikada, 19 September 1945

(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)

Waktu: 19 September 1945
Tempat: Lapangan Ikada Jakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Thursday, June 20, 2019

Sidang KNIP di Jakarta, 16 Oktober 1945

Sutan Sjahrir berbicara dengan latar belakang Soekarno dan Hatta
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)
Mr. Assaat (Datuk Mudo) berpidato
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)
Pertemuan Soekarno dengan para anggota KNIP
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2/ NIOD)

Waktu: 16 Oktober 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (Ketua Badan Pekerja KNIP), Assaat (gelar Datuk Mudo, kelak menjadi Ketua BP-KNIP)
Peristiwa: Sidang pleno KNIP yang merupakan cikal bakal dari Dewan Perwakilan Rakyat.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Saturday, June 15, 2019

Beberapa foto dari album seorang tentara Belanda, 1948/1949

Ini adalah 4 halaman dari album foto dari seorang tentara Belanda yang tampaknya aktif di Indonesia di masa sekitar Aksi Polisionil 2.

Halaman ini menunjukkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir setelah ditangkap Belanda, dengan judul "Gevangen!" (tertangkap); Soekarno dan Hatta di Maguwo, menunggu diasingkan ke Bangka; serta Gedung Kegubernuran di Jogjakarta yang diberi judul "Paleis van Soekarno" (Istana  Soekarno) setelah diduduki Belanda.
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Halaman ini diberi judul "Op weg naar Bangka" (menuju Bangka) yang memperlihatkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir digiring pasukan Belanda ke Maguwo untuk diterbangkan ke pengasingan di Bangka.
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Halaman ini menunjukkan barisan tentara NICA yang oleh pemilik album disebut "anjing" (mungkin ironis); seorang prajurit KNIL mengasah kelewang; dan parade panser Belanda.
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Halaman ini berisi foto ranjau yang kemungkinan dipasang TNI; kesatuan "Peloppors" sedang makan, yang tampaknya adalah milisi bentukan Belanda yang memerangi bangsanya sendiri; beberapa prajurit Belanda menyeberang sungai; dan foto Ungaran, kemungkinan tempat si tentara pernah bertugas.
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)

Waktu: 1948/1949
Tempat: Jogjakarta, Ungaran
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (pejuang kemerdekaan di jalur perundingan dan diplomasi)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Sunday, June 9, 2019

Soekarno-Hatta di Surabaya untuk mengatur gencatan senjata antara pemuda Indonesia dan tentara Inggris, 1945

(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | � BeeldbankWO2 / NIOD)
Waktu: 29 Oktober 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI); keduanya di kedua foto di atas, memakai setelan putih-putih dan berpeci, berdiri di pelataran.
Peristiwa: Konflik antara pasukan Inggris dan pemuda Surabaya memanas. Di akhir bulan Oktober 1945 Soekarno dan Hatta diberangkatan dari Jakarta ke Surabaya untuk mendinginkan suasana dan mengatur gencatan senjata. Sejarah mencatat bahwa 12 hari kemudian terjadi pertempuran hebat yang kita kenang sebagai Hari Pahlawan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Tuesday, June 4, 2019

Soekarno dan Che Guevara, kemungkinan di tahun 1960

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: kemungkinan 1960
Tempat: Havana, Kuba (?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Che Guevara (pejuang Marxis Amerika Selatan)
Peristiwa: Pertemuan antara Soekarno dengan Che, kemungkinan terjadi saat Soekarno berkunjung ke Havana, Kuba, di tahun 1960
Fotografer: ?
Sumber / Hak cipta: ?
Catatan:

Monday, June 3, 2019

Soekarno memimpin sidang Panitia Pesiapan Kemerdekaan Indonesia, 1945

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 15 Agustus 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soekarno (Ketua Panitia Pesiapan Kemerdekaan Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sunday, June 2, 2019

Soekarno shalat di sebuah mesjid di Amerika (4), 1956

(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)

Waktu: 1956
Tempat: New York (?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa: Soekarno melakukan shalat di sebuah mesjid dalam kunjungannya ke Amerika Serikat
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Time-Life
Catatan:

Friday, May 31, 2019

Soekarno shalat di sebuah mesjid di Amerika (3), 1956

(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)

Waktu: 1956
Tempat: New York (?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa: Soekarno melakukan shalat di sebuah mesjid dalam kunjungannya ke Amerika Serikat
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Time-Life
Catatan:

Thursday, May 30, 2019

Soekarno-Hatta dielu-elukan warga Bandung, 1945

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Bandung
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI)
Peristiwa: Setelah proklamasi kemerdekaan, Soekarno dan Hatta menyempatkan melawat ke Bandung dan disambut meriah oleh warga Bandung. Tak lama kemudian, pasukan Inggris merengsek menuju Bandung, dan setelah berbagai pertempuran, pada tanggal 11 Oktober 1945 menduduki kota ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Wednesday, May 29, 2019

Soekarno shalat di sebuah mesjid di Amerika (2), 1956

(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)

Waktu: 1956
Tempat: New York (?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa: Soekarno melakukan shalat di sebuah mesjid dalam kunjungannya ke Amerika Serikat
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Time-Life
Catatan:

Monday, May 27, 2019

Soekarno shalat di sebuah mesjid di Amerika (1), 1956

(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)
(klik untuk memperbesar | � Time-Life)

Waktu: 1956
Tempat: New York (?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa: Soekarno melakukan shalat di sebuah mesjid dalam kunjungannya ke Amerika Serikat
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Time-Life
Catatan:

Sunday, May 26, 2019

Soekarno dalam karikatur Belanda tahun 1940-an (6)

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Agustus 1945
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Ini adalah konsep karikatur yang sejatinya lumayan sadis terhadap Soekarno. Teks di bagian bawah berbunyi "Sekarang, karena kepala Pieter Elberfeldt sudah disingkirkan, kita perlu kepala yang baru, kepalanya Soekarno!". Pieter Elberfeldt (atau Erberverd) adalah seorang Jerman-Indo yang didakwa hendak melawan VOC, dan karenanya di tahun 1722 dihukum VOC dengan cara ditarik oleh empat ekor kuda ke berbagai penjuru; tengkorak kepalanya kemudian ditancapkan di pasak besi di atas sebuah monumen berbahasa Belanda dan Jawa. Kematian yang tragis ini membuat dia mendapat julukan Pangeran Pecah Kulit. Di zaman Jepang, "monumen" Pieter Erberverd ini disingkirkan; dan si pembuat karikatur ini ingin membuat gantinya ...
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Friday, May 24, 2019

Soekarno dalam karikatur Belanda tahun 1940-an (5)

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Karikatur ini memperlihatkan beberapa hal, tapi hanya dua hal yang langsung menarik dari sudut pandang Indonesia, yang intinya adalah kekecewaan Belanda pada militer Inggris. Pertama, karena mereka memberikan selamat pada hari ulang tahun Soekarno; dan kedua karena mereka meninggalkan Indonesia menuju Singapura dengan alasan menengok keluarga.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Wednesday, May 22, 2019

Soekarno dalam karikatur Belanda tahun 1940-an (4)

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Karikatur ini memperlihatkan pandangan si karikaturis bahwa Amerika menekan Belanda untuk menandatangani Perjanjian Linggarjati, dan di lain pihak menjanjikan Indonesia bantuan Dolar yang membuat Indonesia tidak mengacuhkan (Gulden-nya) Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Monday, May 20, 2019

Soekarno dalam karikatur Belanda tahun 1940-an (3)

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Karikatur ini menunjukkan bagaimana Singa Belanda mencoba menggertak dan menakut-nakuti Soekarno dengan cara mengelilingnya. Tetapi Soekarno tampak tak bergeming hingga akhirnya si singa malah mendekati dan tertidur di kaki Soekarno.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Saturday, May 18, 2019

Soekarno dalam karikatur Belanda tahun 1940-an (2)

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Karikatur ini berjudul "Kembar Tiganya Soekarno ... dihentikan dari mengemudi" yang tampaknya menunjukkan pendapat si karikaturis bahwa Soekarno telah berhasil menyetir pandangan dunia internasional (PBB? Amerika? Melalui Komisi Tiga Negara?) ke arah yag diinginkannya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Thursday, May 16, 2019

Soekarno dalam karikatur Belanda tahun 1940-an (1)

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: 1945
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Karikatur ini mengacu pada lukisan Rembrandt The Anatomy Lesson of Dr. Nicolaes Tulp, dan memperlihatkan bagaimana beberapa tokoh ada dalam proses pengguntingan wilayah Indonesia dari kekuasaan Belanda. Tokoh Indonesia yang disebut adalah Soekarno, Muhammad Hatta, Amir Syarifuddin, dan Oto Iskandar di Nata. Menariknya, karikatur ini juga menggambarkan van Mook dan Willem Schermerhorn (di samping Logeman dan Y.D. Plas) sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab atas lepasnya Indonesia dari wilayah Belanda. Mudah ditebak bahwa karikatur ini berasal dari kelompok yang menginginkan Indonesia, juga Suriname, tetap berada di bawah kekuasaan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:  Teks di gambar tsb. bermakna "Jangan berunding .. [tapi] bertindak! Pelajaran Anatomi, tahun 1945. Warga Belanda, hentikan pemotongan!! Kerajaan tidak boleh binasa karena politiknya sendiri."

Tuesday, May 14, 2019

Soekarno, dan Muhammad Hatta, di tahun 1944

7 September 1944: Soekarno dan para pembesar militer Jepang mengibarkan bendera Merah Putih dan Matahari Terbit, kemungkinan di gedung yang sekarang menjadi Istana Merdeka
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Seoakrno, tanpa tutup kepala, di sebuah perbincangan
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1944: Soekarno dan Hatta di sebuah video propoganda Jepang
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: September 1944
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soekarno dan Muhammad Hatta (pejuang kemerdekaan Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto kedua sejatinya tanpa tahun, tapi kemungkinan besar berasal dari tahun 1943-1945.

Friday, May 10, 2019

Dokumen propaganda Jepang bergambar Soekarno yang disita Sekutu di Singapura, 1944

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: September 1944
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Soekarno (pejuang kemerdekaan Indonesia)
Peristiwa: Ketika Sekutu kembali menduduki Singapura, mereka, di sebuah bekas kantor Jepang, menemukan foto yang menampilkan Soekarno berbaris bersama warga Indonesia yang membawa bendera Merah Putih dan Matahari Terbit. Kemungkinan besar foto ini merupakan bahan propaganda karene berisi tulisan dalam bahasa Indonesia, Inggris, serta huruf Kanji dan Katakana, yang menandakan banyaknya pihak yang dituju oleh penyebaran foto ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto di atas tersobek menjadi empat bagian, dan kemudian direkatkan kembali. Lipatan dan sambungan masih kentara di foto ini.

Tags