Latest News

Showing posts with label abad ke-19. Show all posts
Showing posts with label abad ke-19. Show all posts

Monday, November 4, 2019

Corak, ukuran, dan warna payung sebagai pembeda status di Kesultanan Yogyakarta

Bagi kita di zaman sekarang, payung adalah hal lumrah yang sangat mudah didapat, bahkan dengan mudah dibuang begitu saja jika memang sudah dianggap rusak. Tidak halnya dengan nenek moyang kita zaman dulu: Tidak semua orang bisa, bahkan tidak semua orang berhak, memiliki payung. Memiliki payung, atau dipayungi, adalah sebuah hak istimewa yang hanya dinikmati oleh kalangan tinggi saja.

Bagi kita akan tambah mengherankan untuk mengetahui bahwa payung di zaman dulu ternyata juga perlambang dari posisi, jabatan, dan/atau jenjang kebangsawanan. Gambar berikut ini menampilkan berbagai ukuran, corak, dan warna payung di kalangan Keraton Yogyakarta sebagai tanda pengenal dari siapa yang dipayungi.

(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)

Waktu: abad ke-19 (?)
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Friday, November 1, 2019

Tujuh tempat dalam sketsa zaman dulu

Pesisir Anyer, Banten
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
1828: Benteng Belanda di Sambas
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Jembatan bambu di rute Tondano menuju Manado
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Pulau Beras, Aceh
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Makam Panembahan Sumenep, Madura
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Istana Sultan Tidore
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Anyer, Bogor, Pulau Bras, Sambas, Sulawesi Utara, Sumenep, Tidore
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Monday, October 28, 2019

Lima sketsa berwarna warga Nusantara zaman dulu

Wanita Bada (Sulawesi Tengah)
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
1866: Raja Nias
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Pria Jawa
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Lelaki Kulawi (Sulawesi Tengah)
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Jawa, Nias, Sulawesi Tengah (Bada & Kulawi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Friday, October 18, 2019

Tiga sketsa Minangkabau zaman dulu

Perempuan pegunungan Minangkabau; judul di bawahnya Maleische vrouwen enn bezeok afflegende
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Bukittinggi 1874
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Penghulu XIII Kota
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Tuesday, July 16, 2019

Gambar Diponegoro, Kiai Maja, dan Sentot Prawirodirjo dari abad ke-19

Diponegoro
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Kiai Maja
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Sentot Prawirodirjo
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)
Diponegoro
(klik untuk memperbesar | � zwiggelaarauctions)

Waktu: abad ke-19 (kemungkinan sekitar tahun 1840-1850)
Tempat:
Tokoh: Pangeran Diponegoro (pemimpin perjuangan melawan kekuasaan Belanda di Jawa), Sentot Prawirodirjo (panglima perang dalam perang Diponegoro), Kiai Maja (ulama pendukung perang Diponegoro)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Tags