Latest News

Showing posts with label anak-anak. Show all posts
Showing posts with label anak-anak. Show all posts

Tuesday, October 29, 2019

Jawa 1936 menurut koleksi foto Zimmerman-van Rheenen: Wajah warga masyarakat

Selamatan
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Wajah kampung yang khas Jawa: rumah berdekat-dekatan, atau malah berhimpit-himpitan
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Pemain rebab
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Penjual air lahang
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Jual-beli di pasar
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Anak-anak berpose di dekat kakus; yang laki-laki bercelana atau berbaju monyet, yang perempuan berkebaya
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Waktu: 1936
Tempat: Jawa (kemungkinan Jakarta dan sekitarnya)
Tokoh:
Peristiwa: Foto-foto ini berasal dari koleksi Ny. Zimmerman-van Rheenen yang berkunjung dari Belanda ke Jakarta di tahun 1936 untuk melihat anaknya yang bekerja di sana. Foto-foto di atas menampilkan wajah masyarakat di kemungkinan sekitar Jakarta saat itu.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Wednesday, October 16, 2019

Dari album foto Mayor H.A.L. Wichers: Wajah warga Cot Mancang, Aceh, 1898

PENGANTAR

H.A.L. Wichers adalah seorang perwira KNIL di penghujung abad ke-19 yang sempat terlibat Perang Aceh dengan pangkat mayor. Dia meninggalkan album foto yang menampilkan tempat, manusia, dan suasana di beberapa tempat di tanah air saat itu. Berikut beberapa foto di antaranya.

Teuku Abas, pemuka warga Aceh di Cot Mancang bersama warganya
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Seorang warga Cot Mancang bernama Bintang yang bekerja untuk pasukan Belanda; di sebelahnya kemungkinan istrinya.
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Perempuan dan anak-anak Cot Mancang
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Warga pria Cot Mancang
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1896-1898
Tempat: Cot Mancang (Kuto Baro, Aceh Besar)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Thursday, October 10, 2019

Warga Tionghoa di masa perang kemerdekaan (29): Pengungsian di Serpong, 1946

Warga Tionghoa mengangkut babi melintasi Sungai Cisadane menuju pengungsian























Pengantar: Kerusuhan 1998 termasuk bagian paling hitam di dalam sejarah hubungan warga "pribumi" dan Tionghoa di Indonesia. Peristiwa ini memicu munculnya era reformasi yang kemudian memberikan banyak kemajuan di dalam hubungan ini.

Harus diakui, peristiwa di tahun 1998 bukanlah yang pertama. Kekurang-harmonisan ini sudah ada puluhan tahun sebelumnya, termasuk di masa perang kemerdekaan. Blog ini sebelumnya sudah memperlihatkan perusakan pada harta benda warga Tionghoa yang dilakukan pejuang kemerdekaan di beberapa tempat, dan bagaimana Belanda dipandang sebagai pelindung warga Tionghoa dan terlibat dalam pembentukan milisi Tionghoa bersenjata yang berseteru dengan para pejuang.

Sebagian dari kita boleh jadi berpendapat "Ah, sudahlah, itu masa lalu. Tidak diusah diungkit-ungkit, hanya akan membuka luka dan borok lama. Kita lihat ke depan saja agar ada hubungan yang lebih harmonis." Pendapat seperti ini mengimplikasikan bahwa kita sebaiknya menutup sejarah yang tidak enak didengar. Di sini ada kemungkinan bahwa generasi ke depan, dari semua pihak baik "pribumi" maupun Tionghoa, tidak mencernai apa yang telah terjadi sebelumnya, dan menghadapi risiko akan mengulang apa yang justru seharusnya dihindari.

Penyelidikan sejarah secara jernih, tanpa generalisasi, tanpa praduga, tanpa emosi, diharapkan bisa menjadi bahan yang berharga agar kita, semua, bisa belajar dari masa lalu. Gambar-gambar berikut mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi ke arah sana.

Warga Tionghoa, dan kemungkinan juga warga lainnya, asal Serpong di penampungan pengungsi

Seorang nenek dan dua anak di pengungsian


Waktu: 8 Juni 1946
Tempat: Serpong
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Friday, October 4, 2019

Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar, 1945 (6)

Memasak di dapur umum
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Menyiapkan bahan masakan bersama-sama
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Mengupas bahan makanan ramai-ramai
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Ruang makan bersama
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Tuesday, October 1, 2019

Dari album foto Mayor H.A.L. Wichers: Yogyakarta di sekitar Kali Code 1895/1896

PENGANTAR

H.A.L. Wichers adalah seorang perwira KNIL di penghujung abad ke-19 yang sempat terlibat Perang Aceh dengan pangkat mayor. Dia meninggalkan album foto yang menampilkan tempat, manusia, dan suasana di beberapa tempat di tanah air saat itu. Berikut beberapa foto di antaranya.

1895: Taman Sari
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
1896: Alun-alun Utara Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | � Kassian C�phas / Universiteit Leiden)
1896: Kali Code di antara Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
1896: Warga Yogyakarta di Kali Code
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
1896: Bantaran Kali Code
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
1896: Bocah-bocah Jogja di bawah jembatan rel kereta api di atas Kali Code
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Waktu: 1895/1896
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian C�phas (foto kedua)
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Saturday, September 28, 2019

Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar, 1945 (4)

Foto yang menunjukkan bagaimana satu barak diisi oleh beberapa penghuni
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Wanita dan anak-anak di ruangan untuk kegiatan bersama
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda yang kemungkinan berada di bagian perawatan darurat
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak di dalam barak
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto kedua pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Thursday, September 26, 2019

Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar, 1945 (3)

Wanita dan anak-anak Belanda berhimpit-himpitan di barak bambu yang sudah dipenuhi berbagai barang
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Kegiatan memasak untuk semua di dapur umum. Lelaki yang berkacamata dipastikan datang belakangan karena kamp ini ditujukan untuk wanita dan anak-anak, sementara para lelaki Belanda diasingkan oleh Jepang ke Manchura, ditahan di penjara militer, ditempatkan di panti darurat, atau harus mengungsi.
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto yang lumayan menarik karena memuat campuran anak-anak Belanda, warga Indonesia, dan tentara Jepang sekaligus
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Persiapan memasak di dapur umum, sementara itu seorang anak tanggung menyelinap
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Ini kemungkinan adalah apotek darurat
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Wednesday, September 25, 2019

Dari album foto Mayor H.A.L. Wichers: Wajah-wajah orang Garut, 1895

PENGANTAR

H.A.L. Wichers adalah seorang perwira KNIL di penghujung abad ke-19 yang sempat terlibat Perang Aceh dengan pangkat mayor. Dia meninggalkan album foto yang menampilkan tempat, manusia, dan suasana di beberapa tempat di tanah air saat itu. Berikut beberapa foto di antaranya.

Seorang pemuka warga Garut bersama keluarganya
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Pasar di Garut
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Guru dan murid Hollands-Inlandse School di Garut
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Seorang guru bersama istri dan anaknya; kemungkinan besar yang memakai baju putih di foto sebelumnya
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)
Domba Garut
(klik untuk memperbesar | � Universiteit Leiden)

Waktu: 1895
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Tuesday, September 24, 2019

Gadis cilik di Makassar berpose bersama sten-gun, 1945

(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa: Foto ini diambil di bagian akhir 1945, ketika Indonesia sudah menyatakan diri merdeka, tentara Jepang menunggu dipulangkan ke tanah airnya, sementara militer Belanda sedang bersiap-siap pergi dari Eropa menuju Indonesia, beberapa warga Belanda sudah datang atau kembali ke Indonesia. Salah satu di antaranya, kemungkinan wartawan, mengambil foto ini di Makassar.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Monday, September 23, 2019

Wanita dan anak-anak Belanda di kamp tawanan Jepang (4)

Dua bocah Belanda di kamp Cideng; yang kiri bernama Boudewyn van Oort.
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga wanita Belanda di kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak Belanda mengerumuni seorang tentara Inggris setelah pembebasan kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak Belanda berpose bersama kesatuan laut Inggris dari kapal HMS Cumberland mengambil alih kamp Cideng dari pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Ibu dan anak di Cideng. Entah di mana bapaknya.
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang ibu di belakang rumah yang dipenuhi pelbagai barang
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga wanita Belanda di semacam dapur umum di kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak di kamp tempat beberapa wanita berbagi tepat
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September/Oktober 1945
Tempat: Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Saturday, September 21, 2019

Kamp tawanan Cideng setelah Jepang menyerah (4)

Tentara Jepang penjaga kamp
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Jepang menyaksikan tanpa semangat bagaimana pembebasan kamp akan difilmkan di mana pintu gerbang kamp secara simbolis akan dibuka
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Rumah-rumah tempat tinggal wanita dan anak-anak Belanda di kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Banyaknya baskom di halaman kemungkinan menunjukan sulitnya air di kamp,dan air hujan harus ditampung
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Antri air di kamp
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Pekarangan rumah yang dipenuhi berbagai barang dan jemuran
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan kerja bakti membersihkan area kamp
(klik untuk memperbesar | � Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September/Oktober 1945
Tempat: Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Tags